Kita-Kita

Kamis, Maret 24, 2011

You are not alone!!!!!

Bukan perkara mudah untuk bisa duduk di auditorium pusdiklat BPK RI bersama 91 orang lainnya waktu itu pada 31 Januari 2011 sore. butuh jalan yang panjang tentunya, dan di setiap individu 92 orang ini pasti punya kisah tersendiri, ada yang bilang "cuma kebetulan og", "ini benar-benar usaha keras saya" atau sampai komentar paling optimis,"karena BPK memilih saya og". Terserah apapun alasan dan motivasi anda disini, yang terpenting sekarang bagaimana anda menyikapi status anda yang sudah jadi pegawai BPK RI (cpns tepatnya). 


Sebuah kebanggaan tersendiri mengenal pribadi-pribadi unik seperti kalian dari berbagai daerah dan berbagai kalangan, disatukan di wadah rangkaian diklat CPNS golongan II diploma III dan SMK BPK RI tahun 2011.
Dimulai dengan diklat prajab, diklat ke-BPK-an, dan diklat teknis yang berlangsung selama 5 minggu plus satu minggu untuk anak D3, sangat menguras tenaga dan pikiran, banyak sekali rutinitas yang kita lewati bersama. masihkah teman-teman ingat dengan semua rutinitas kita??? bangun pagi untuk melaksanakan Sholat Subuh, dilanjut melaksanakan senam pagi, setelah itu dipaksa mandi cepat 4 orang bergantian dengan satu kamar mandi, makan pagi dengan semua atributnya, apel pagi dengan mars BPK, materi prajab dari jam 8 sampai tengah 5 sore dengan selingan coffee break, extrapudding, makan siang, makan malam, dan apel malam dengan lagu Bagimu negRI, ditambah kalau ada kuliah umum atau bintal rohani serta tak lupa ciri khas dari prajab, tugas resume yang memakan waktu tidur.

Semua rutinitas diklat tersebut menuntut kita untuk selalu ada tepat waktu, didampingi dua bapak dari Resimen Induk Kodam Jaya, Babe Saih dan Papi Leo yang selalu ada buat kita, menyisikan waktu kebersamaan dengan keluarga mereka hanya untuk menanamkan kata "DISIPLIN" di keseharian kita. sekarang kita sudah lepas dari dua pamong kita tersebut, akankah kita juga lepas dari apa yang beliau berdua tanamkan pada kita???? 
BPK starts at Pusdiklat, katanya sih sebagai calon pegawai negeri sipil BPK RI kita didik dan diberi wawasan mengenai BPK dan apa pekerjaan kita dari sini, tetapi disamping itu banyak hal juga berawal dari sini.
banyak cerita berawal dari diklat di pusdiklat ini. mengutip yang pernah dikatakan Arief Ridhatama "banyak cerita di asrama,  dari kisah suka (alias gila) sampe (agak) duka,
dari sebuah mimpi hingga segenggam cita-cita (mudah-mudahan jadi realita),
dari cinta monyet sampe cinta segitiga, dari iseng-iseng berhadiah hingga komitmen akhir hayat berdua.
dan yang menjadi inti dari semua kisah yang ribet ini adalah kebersamaan dan berbagi kebahagian."

Lalu bagaimana nasib cerita-cerita tersebut 5 tahun, 10 tahun yang akan datang?
akankah akan tetap terbungkus rapi dalam memori kita, atau cepat berlalu seiring waktu?
akankah kita akan segera lupa dengan semua canda tawa serta banyolan-banyolan kebersamaan kita, panggilan-panggilan ejekan antar teman, kata-kata pelatih yang sering dipelintir sampai kebiasaan-kebiasaan  tidak wajar dari masing-masing kita yang sering mengocok perut.


-Thursday, March 24 2011,
  ditulis saat malam terakhir di wisma (setelah penutupan diklat gol II DIII)
  di kamar yang dipintunya tergantung papan bertuliskan "209" (disinilah kami merajut cita menggapai mimpi   demi asa cerahnya bangsa)

Sabtu, Maret 12, 2011

sebelum ke cibodas

5 minggu kebersamaan adalah waktu yang sangat singkat, kenangan apa yang didapat??? hahaha cuma kilasan kebersamaan yang MUNGKIN setelah ini akan dilupakan, terlupakan atau tak sengaja menghilang sehingga jadi lupa. Dalam diri masing-masing ada kenangan tersendiri selama berada di Pusdiklat BPK RI ini, dan kita kembalikan pada diri masing-masing apakah akan diingat atau akan segera dilupakan.
Katanya sang empu yang memomong kita disini kebersamaan adalah yang utama, kebersamaan 92 orang selama lebih dari 5 minggu yang tak sepenuhnya sudah pada saling akrab, kebersamaan yang bisa diartikan dalam banyak definisi, atau untuk pengertian simplenya semua kegiatan yang kita lakukan bersama-sama, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, kecuali mandi, karena tidak ada acara mandi bersama.
Sholat jamaah buat yang Muslim, senam pagi, makan dan istirahat ngopi bareng pagi, siang dan malam yang selalu didahului dan diakhiri dengan doa dan ucapan terima kasih, push up rame-rame, nyanyi bareng, dan tentunya kewajiban apel pagi dengan mars BPK-nya, serta apel malam yang selalu membuat saya merinding dikala menyanyikan lagu "padamu negRI". mau dikemanakan semua kenangan itu??? kita akan segera terpisahkan, karena kewajiban yang lebih besar telah siap memeluk kita. Kewajiban yang mengharuskan sebagian besar dari kita diperkenankan mencicipi Indahnya dan luasnya Ibu Pertiwi, karena Indonesia tidak hanya kampung dimana kamu dilahirkan.
Dari latar belakang wilayah dan budaya berbeda semakin membuat kata "kebersamaan" semakin terasa dari hari ke hari. Background kita yang terdiri dari DIII dan SMK, tetapi yang membedakan cuma dalam diri kami anak DIII melekat status dituakan, dituakan dalam artian menjadi contoh (yang dicontoh yang bagus-bagus saja ya). Tapi jangan dikira, kami banyak melihat semangat dan gairah dari temen-temen SMK yang malah menjadi semangat bagi kami.


sebentar lagi mungkin teman-teman SMK sudah keluar dari Pusdiklat untuk mempersiapkan diri ke tempat kerja, pesan kami mungkin hanya untuk Tetap semangat dimanapun teman-teman bertugas, saya sangat sukaa sekali dengan kata-kata ini “…whatever you do in life will be insignificant. But it's very important that you do it. . . " , dan yang utama ingat di BPK RI mutasi adalah hal yang PASTI.
Mari bersama kita berdoa semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menjalankan amanat yang diberikan pada kita!!!
Semoga kita semua diberi kesempatan untuk berkumpul kembali!

BPK starts at here, kenanglah semua kenangan dimana kita bersama mengawali perjalanan kita!!!

regards
-"bukan maksud hati demontrasi anarki, ini hati ungkapkan peduli"