Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!
“Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan, berjaya tetapi keok celaka, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Entahlah, saya tidak tahu."-YB. Mangunwijaya
selamat buat postingan pertama anda,
BalasHapusayo mas warid posting meneh,
postingane kurang bermutu... Ngajak perang g menyelesaikan masalah bung!!! postingane yang bermanfaat donk!!
BalasHapussesuai tagline kita, mungkin si pemosting sedang dalam keadaaan gundah gulana, untuk isi dari blog ini sementara memang belum ada content managernya,jadi semua anggota BPK 25 dapet memosting dengan bebas,
BalasHapus0101
carane posting piye nu???
BalasHapuscarane wis tak kirim via pesan neng fb masing2,
BalasHapussilahkan masuk, dan memosting,
mari ramaikan blog kita,
dan mari tetap jaga kekompakan!!!
*bukan maksud hati demonstrasi anarki, ini hati ungkapan peduli*
BPKdualima joss
tu postingan ke 2 ketauan sifatnya bangsa yg rela di jajah,, mental2 kayak gitu tuh yang buat Indonesia kehilangan budayanya satu2
BalasHapus