Kita-Kita

Kamis, Desember 09, 2010

Kamis Spesial!

Kamis 9 Desember 2010, ini hari special keluh kami. Suasana magang di kantor masih seperti biasa, tetap dengan suasana Sersan-nya, serius tapi santai, suasana yang menuntut kami untuk selalu stand by dengan senyum di bibir untuk semua orang. Lalu apa yang istemewa di hari kamis ini? Adakah mungkin diantara kami yang berulang tahun hari ini? Adakah yang habis menerima uang pengganti transport? Ataukah hari ini TMT keluar? Atau yang paling menghebohkan, mungkinkah hari ini, hari kamis 9 Desember 2010, id card magang kita sudah jadi? Entahlah, persetanlah dengan mungkinkah dan adakah atau dengan semua pertanyaan di hati kami tentang apa sebenarnya yang spesial di hari ini. Lalu apa yang mau di tulis di hari ini? Sedikit celoteh di hari kamis,

Mengutip perbincangan 4 anak ababil di warteg elite pinggir kantor (warteg merupakan singkatan dari Waroeng Tegal, tempat yang menjajakan berbagai jenis makanan ini sebentar lagi akan kena pajak daerah dari pemda DKI, jadi kelas warteg boleh dong kita sejajarkan dengan restoran):
Si Cak: brur aye denger tadi pagi, hari ini bakal ada demo besar-besaran niech, gacht tau sieh demo apaan, yang jelas pada mau memperingati hari apaan gitu, lupa aye hari apa tapi,
Si Cuk: Haaaah?? Serius lo cak, seru dong nanti gedung seberang? Emang hari apaan cak? Tahun Baru Hijriah dah lewat, natal belum waktunya, pa lagi tahun baru masih lama nih!
(si Cik dan si Cok masih makan dengan lahapnya sambil menyimak percakapan Cak Cuk)
Si Cak: meneketehe CUK, gue aje makannya Cuma pake tempe ma bakmi!! ( krik krik krik)
Si Cok: gaptek lu pade, pan hari ne peringatan hari anti korupsi sedunia, baca-baca koran dong lu pade jangan baca kaskus aje, coba, emang kalian tau pa arti tu korupsi? Menu baru diwarteg ni? Pa apaan cobe, jangan-jangan lo pade Cuma teriak-teriak anti korupsi saje tanpa tau artinya apaan.
Si Cak: “…” (jadi biar gag gaptek harus baca Koran)
Si Cik: jangan songong lu Cok, Gue gini-gini ngerti yang gituan, korupsi itu berasal dari bahasa latin, corruptio, yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, atau memutarbalikkan.
Si Cuk: artinya Cuma segitu cik?
Si Cik: banyak banget penjelasan dan dimensinya, mpe bingung sendiri aku sampe mana batasan dari pengertian korupsi itu, pade nyari sendiri aje kelanjutan pengertiannya ye.
Si Cok: emang benar pengertiaan lu Cik, tapi coba guw tes sekali lagi loe ma loe-loe pade, coba sebutkan tuh kasus-kasus korupsi yang baru-baru ini terjadi ni negri kita ini, apaan coba?
Si Cuk: (dengan sigapnya) tu Konspirasi si Gayus si anak setan dan dayang-dayang nya, kasus besar tu Cok!
Si Cak: jadi inget ma kasus yang menyeret mantan tetangganya tetangga guwe si Urip, kasus Korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menyedot uang negara sebesar Rp 144,5 triliun, kasus tu yang sempat ditangani Kejaksaan Agung. Penanganan kasus tu tak membuat publik merasa tenang, malahan terenyak saat sang Ketua Tim Penyelidik Kejaksaan Agung untuk Kasus BLBI, Jaksa Urip Tri Gunawan, terbukti menerima uang sebesar Rp 6 miliar yang diduga sebagai suap. Ironisnya, Urip ditangkap KPK dua hari setelah kejaksaan mengumumkan dihentikannya kasus BLBI. Rasa solidaritas Korps ditubuh kejaksaan yang begitu tinggi, membuat berapa kasus berat dalam pengungkapannya terlebih melibatkan orang dalam kejaksaan.
Si Cik: (gak mau kalah pamor) ada lagi Cak, kasus suap nunun Nurhayati dalam meloloskan Miranda Gultom di pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia, yang menyeret 25 politisi senayan dimeja praperadilan, tetapi sang penyebar cek tersebut malah menghilang ke-singapore (piknik malahan), padahal fakta persidangan telah gamblang menunjukan keterlibatan nunun nurbayati terhadap kasus suap tersebut, tetapi bersenjatakan hilang ingatan beliau berkelik dari peradilan itu.
Si Cuk: opo meneh yo kasus korupsi???
(si Cak, Si Cik, Si Cok merayap menghadap Si Ceuk untuk membayar makanan, sambil meninggalkan Si Cuk yang mengingat-ingat kasus-kasus korupsi di Indonesia).

Ya hari ini memang hari anti korupsi sedunia, ditengah melankolisnya para penegak hukum di negeri ini mari kita kobarkan tekad agar bisa menjadi garda pertama punggawa bangsa yang turut memerangi korupsi, BPK adalah satu-satunya badan legal yang boleh memeriksa semua hal yang berhubungan dengan keuangan Negara (ingat memeriksa, bukan memberikan penyuluhan, konsultasi, atau pendampingan), tak ayal kitalah mungkin nantinya orang-orang yang akan pertama menemukan adanya kejanggalan atau ketidakberesan dalam pengelolaan keuangan Negara pada sebuah instansi, sebelum ketidakberesan ini di obok-obok oleh polri, KPK atau kehakiman tentunya.
IPK Negara kita tahun 2010 menurut TII (Transparency International Indonesia) tak melebihi IPK akhir D3 kita kemarin, yaitu hanya sebesar 2,8 dari angka 1-10. Apakah yang dapat kita tarik kesimpulan atau kita generalisir dari nilai IPK tersebut, yang kepanjangannya adalah Indeks Persepsi Korupsi. Apakah dengan IPK segitu menunjukan bahwa bangsa kita kurang bersungguh-sungguh menghadapi korupsi, seperti kita menyimpulkan diri kita, bahwa IPK yang kita dapet bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena kita kurang bersungguh-sungguh waktu kuliah, itu kilah kita. Sebagaimana pembelaan terhadap hasil dari nilai IPK kita, pernah terbesit dari diri bahwa nilai itu bukan murni dari kita 100% ada factor lain yang turut membentuknya, factor dosenlah paling sering disebut, apakah itu juga yang jadi alasan bangsa ini, bahwa ada factor lain yang turut mempengaruhi lemahnya penindakan korupsi di Negara ini, sebagai gambaran mungkin karena birokrasi lama yang sepenuhnya belum di reformasi (pada banyak yang belum dapet remun).
Kembali kepada, Entahlah, persetanlah dengan mungkinkah dan adakah atau dengan semua pertanyaan dan pembenaran tentang masih lemahnya penindakanan korupsi di Negara kita, jadi apa yang akan kita lakukan sebagai calon pegawai BPK, yang hari ini masih mempunyai semangat anti-korupsi yang membara. Mungkin kembali lagi pada ajakan idealis tanpa borax, mari bersama kobarkan semangat perang, bukan perang lawan Malaysia, bukan perang antar agama, bukan perang nuklir, tapi perang melawan korupsi. Korupsi sudah menimbulkan bencana hingga ke akar bangsa ini, Korupsi merusak tatanan demokrasi dengan perdebatannya tentang monarki. Korupsi dengan Koruptornya membawa kita kemari, dan membawa banyak teman kita ada di luar sana dengan segala kondisinya.
Sedikit petikan dari M. Gandhi tentang tujuh dosa social manusia :
1.Kekayaan tanpa kerja
2.Kenikmatan tanpa nurani
3.Ilmu tanpa kemanusiaan
4.Pengetahuan tanpa karakter
5.Politik tanpa prinsip
6.Bisnis tanpa moralitas
7.Ibadah tanpa pengorbanan

-bukan maksud hati demonstrasi anarki, ini hati ungkapan peduli-

5 komentar:

  1. tulisan yang mengobarkan semangat bang !!
    ditunggu postingan selanjutnya..^_^
    bawah ane maho...:P,,,ane juga...xixixi

    BalasHapus
  2. jiah kalau comment kasih id,
    jangan anonim,

    BalasHapus
  3. bagus.. cocok gue rekrut loe sebagai pemain maho.. hoax..xixixixixi

    BalasHapus
  4. liat homo aja merinding,,apalagi kalo tau yg gw kenal ternyata homo,,

    BalasHapus
  5. komennya menyimpang dr topik..
    gara2 komen nya si maho,, smw jd ikut2an bahas maho..

    BalasHapus