Kita-Kita

Minggu, Mei 22, 2011

altes Gedicht für Mutter

Lama banget blog ini tidak diisi dengan postingan, dari banyak topik yang ingin saya bagi, saya mengambil sebuah pusi lama untuk memulai keaktifan blog ini lagi hehehehe, sebuah puisi dari tahun 1923 yang diterjemahkan dari bahasa jerman. sebuah puisi bertema CINTA.... cinta kepada orang tua, dimana dalam puisi ini menggambarkan kasih sayang kepada Ibu.

Bunda telah beranjak sepuh dan kau telah tumbuh dewasa,
Kala yang biasanya mudah dan tanpa upaya, kini jadi beban,
Kala mata terkasihnya nan setia
tak menerawang kehidupan seperti dahulu,
Kala kakinya mulai lelah dan enggan menopang tubuhnya lagi,
Kala itu berikanlah lenganmu untuk menyokongnya,
temanilah ia dengan kegembiraan dan sukacita,
Waktu akan tiba, ketika kau terisak menemaninya
dalam perjalanan terakhirnya,

Dan jika ia bertanya kepadamu, selalulah menjawabnya,
Dan jika ia bertanya lagi, jawablah pula.
Dan jika ia bertanya lain kali, bicaralah padanya
tidak dengan gelegar, namun dengan damai lembut,
Dan jika ia tak mampu mengertimu dengan baik,
jelaskan semuanya dengan sukacita,
Waktu akan tiba, waktu nan getir,
tatkala mulutnya tak akan bertanya lagi.

puisi ini ditulis oleh seorang anak yang sangat mencintai ibunya, dan anak tersebut adalah... Adolf Hitler,


Tidak semua yang kamu lihat adalah apa yang sebenarnya benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar